Home / Hot News / Duka Petani Sawit Kecamatan Pekaitan di Pedamaran II

Duka Petani Sawit Kecamatan Pekaitan di Pedamaran II

 

Terlihat kondisi tiang inti jembatan Pedamaran II pasca ditabrak Ponton bermuatan kerikil pecah milik PT. DRA – (Foto by : Istimewa)

 

ROKANHILIR – Masyarakat Petani di Kecamatan Pekaitan menjerit pasca harga hasil panen buah kelapa sawitnya merosot akibat imbas dari kerusakan jembatan Pedamaran II yang tertabrak Ponton muatan kerikil pecah milik PT. Dian Restu Anugrah (DRA).

“Ancor kami pak, buah sawit sedang musim trek (buah jarang), harga dari pabrik naik, tapi kenyataan harga disini hancur karena imbas rusaknya jembatan itu,” ujar salah seorang petani sawit Pekaitan yang namanya enggan disebutkan, saat melansir buah berbincang dengan awak media ini, baru-baru ini.

“Biaya melangsir dikenakan kepetani sawit. Biaya yang harus kami keluarkan berkisar Rp 100-200 (perak). Melangsir dari pangkal menuju ujung jembatan pedamaran II,” katanya.

Berita Terkait:

Hancurnya harga komoditi buah kelapa sawit di Kecamatan Pekaitan berimbas di 4 Desa, Desa Pekaitan, Sungai Besar, Teluk Bano dan Desa Air Hitam. 4 Desa tersebut sangat bergantung dengan efektivitas jembatan pedamaran I dan II.

“Entah smapai kapan kami dirugikan atas kerusakan jembatan itu. Kami tidak berani melawan aturan yang kini diterapkan oleh penjaga Jembatan. Wong cilik ini hanya bisa nurut,” eluhnya.

Sementara itu dikonfirmasi Camat Pekaitan Taryono, membenarkan kejadian tersebut, sejauh ini masyarakat khususnya petani banyak mengeluh atas kejadian kerusakan jembatan Pedamaran II.

“Banyak masyarakat mengeluh, namun pihak kontraktor sesuai koordinasi akan bertanggung jawab. Dan bahkan mereka juga akan memperbaiki jalan menuju Kecamatan Bangko agar sebagai jalur akses alternatif kedua,” kata Taryono, Senin (13/9).

Selain mengungkapkan jalan alternatif yang akan diupayakan pihak kontraktor, dirinya juga menjelaskan perkembangan jembatan Pedamaran yang sampai saat ini masih dilakukan pertanggung jawaban pihak kontraktor yang menggandeng pihak PUTR Provinsi Riau.

“Pihak PU Provinsi masih terus berkoordinasi dengan pihak kontraktor. Kita akan terus mengawal soal perbaikan jembatan itu,” tandasnya.**

 

Laporan by: Mmd
Editor by: Ram/Gp4

Comments

comments

Check Also

Jawaban Tegas Ketua Dewan Pers Soal Pergubri No 19 Thn 2021

“Dewan Pers tidak pernah meminta Pemerintah Daerah (Pemda) untuk tidak bekerjasama dengan perusahaan media yang …

-->