Home / Sosial & Lingkungan / Demi Tugas, PKH Distribusikan Bulog Hingga Larut Malam

Demi Tugas, PKH Distribusikan Bulog Hingga Larut Malam

PELALAWAN – Dalam upaya menyegerakan Penyaluran beras Bantuan Logistik (Bulog) di tengah masa pandemi, BGR bersama petugas Pendamping Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Pelalawan provinsi Riau, laksanakan tugasnya secara ekstra, bahkan hingga larut malam.

Penyaluran Bulog untuk 3 bulan kedepan tersebut juga sudah direalisasikan mencapai 80 persen, dan Kabupaten yang terdiri dari 12 Kecamatan itu terpantau hampir menyelesaikan pendistribusian bantuan beras yang diperuntukkan kepada keluarga penerima manfaat dari Kemensos (KPM), yang dilaksanaan secara serentak hampir di seluruh wilayah Indonesia.

Dikatakan Siti Nuraliyah selaku Pendamping PKH Kecamatan Pelalawan, bahwa bantuan berupa beras Bulog tersebut diberikan sementara ini baru untuk 3 bulan terhitung mulai Agustus, September dan Oktober, namun penyaluran kali ini dilakukan untuk dua bulan secara sekaligus.

“Masing-masing KPM menerima dua karung beras Bulog sebanyak 15 kg perkarungnya, ini untuk bulan Agustus sampai September”. terang Siti Nuraliyah, Rabu malam (30/9/2020).

Sambil mengendong bayi mungilnya Siti menerangkan, dikecamatan Pelalawan terdiri dari 2 petugas PKH, dan 5 desa diantaranya dibawah tanggung jawabnya, sedangkan 4 desa lainnya dikerjakan rekan satu timnya, Karlis.

Siti menambahkan, adapun penyegeraan yang dilaksanakan bersama tim dari Bulog (BGR) dalam mendistribusikan bantuan dari pemerintah tersebut, bahkan hingga pukul 22.30 wib, dikarenakan sempat ada insiden mobil muatan beras Bulog terguling saat menuju lokasi pendistribusian.

“Mobil terguling, akhirnya terpaksa dipindahkan ke mobil lain, hingga sekitar pukul 16.00 wib baru lanjut ke desa pertama penyaluran berasnya”. Siti menjelaskan penyebab dirinya hingga larut malam melaksanakan pendistribusian Bulog tersebut.

Menurutnya lagi, hal ini dilakukan sebagai bentuk wujud tanggung jawabnya kepada tugas yang diemban, sehingga anak laki-laki yang dibawanya bekerja hingga larut malam itu menjadi fenomena langka pada saat itu.

“Anak ini masih ASI, kalau ditinggal lebih kasihan lagi”. Ujarnya tegar.

Sekedar informasi, sedangkan untuk 4 desa lainnya dikabarkan berlanjut hingga pukul 06.00 pagi. **(Faisal).

Comments

comments

Check Also

Listyo Sigit Prabowo Sebagai Calon Tunggal Kapolri, Repdem: Itu Sudah Tepat

PEKAN BARU – Organisasi Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) menyakini penunjukan Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol) Listyo …

-->