Home / Hot News / Bocah Butuh 16 Kantong Darah, Tim Gabungan PWOIN Giat Donor Darah

Bocah Butuh 16 Kantong Darah, Tim Gabungan PWOIN Giat Donor Darah

PEKANBARU – Berkolaborasi antara Perkumpulan Wartawan Online Independen Nusantara (PWOIN) dan Komunitas Peduli Bangsa (KPB), didukung Nila Wati Bidang Kesra Lumbung Informasi Rakyat (LIRA), mereka giat Donor Darah di PMI kota Pekanbaru, Sabtu (02/05/20).

Giat Donor Darah yang dilakukan, merupakan salah satu bentuk peduli akan kesehatan Hafis Gusti (5), balita penderita Penyakit ‘Leukimia’ yang sedang menjalani perawatan di RSUD Arifin Ahmad, Pekanbaru.

Diperoleh informasi, Hafis Gusti sangat membutuhkan Darah sebanyak kurang lebih 16 kantong bergolong darah B Plus (+).

Tampak terlihat giat donor darah, Afrida Yeni Ketua Komunitas Peduli Bangsa (KPB) bersama Ari, Ismail Sarlata Sekretaris PWOIN Riau, Anhar Rosal Ketua OKK, Iqbal, Adam Kholid, Nurhayati Wakil Bendahara, Kholila Wakil Bendahara dua serta Nilawati (Lira), yang sedang dilakukan pemeriksaan darah oleh Petugas PMI kota Pekanbaru.

“Giat Donor darah yang telah dilakukan diharapkan dapat meringankan beban bagi Keluarga Anak atau Adik kita Hafis Gusti bocah balita pengidap Leukimia dan sedang di rawat di RSUD Arifin Ahmad.” ungkap Afrida Yeni, Ketua KPB Riau.

“Terimakasih atas partisipasi bagi seluruh anggota rekan-rekan PWOIN Riau, yang memiliki rasa peduli atas apa yang telah dirasakan Hafis Gusti bersama keluarganya saat ini,” tambah Anhar Rosal Ketua OKK DPW PWOIN Riau.

“Serta tak lupa mengucapkan terimakasih kepada rekan-rekan lainnya seperti halnya Nilawati Bidang Kesra LIRA Riau, yang turut mendukung pelaksanaan giat Donor Darah yang telah kita lakukan bersama,” kata Anhar.

“Semoga apa yang kita lakukan saat ini kelak menjadi amal jariah untuk kita semua, dan PWOIN Riau akan senantiasa memberikan yang terbaik untuk masyarakat Riau yang membutuhkan,” tutup Anhar Rosal.**

 

Sumber : DPW PWOIN Riau

Comments

comments

Check Also

Dana BOS Afirmasi: Pihak Terkait Saling Lempar Jawaban

MERANTI – Diduga ada indikasi penyelewengan dalam pengelolaan dana BOS Afirmasi, Kepala Sekolah Dasar Negeri …

-->