Home / Hot News / Diduga Abaikan Somasi dan Hak Jawab Tak Penuhi Unsur, Berujung Laporan ke Dewan Pers

Diduga Abaikan Somasi dan Hak Jawab Tak Penuhi Unsur, Berujung Laporan ke Dewan Pers

PEKANBARU – Surat Pengaduan akan dugaan Pembohongan Publik, yang diduga dilakukan media siber (Online) resmi dilayangkan atau dilaporkan ke Dewan Pers (DP), oleh Ismail Sarlata, Kamis (2/4/20).

Laporan Pengaduan kepada Dewan Pers dilakukan dengan menceritakan kronologis kejadiannya, dimana dalam Kronolgis Kejadian yang disampaikan Ismail Sarlata, menyampaikan dugaan pembohongan publik akan rilis berita yang diduga dibuat dan disebar luaskan oleh Suriani Siboro Pemimpin redaksi www.borgolnews.com mengatasnamakan Setwil FPII Riau.

Berjudul “Ketua FPII Setwil Riau Terbaru Resmi Dipimpin Demo Sumarak” yang judulnya diduga diambil dan dikutip oleh Suriani Siboro dari rilis berita yang dibuat dan disebarkan oleh Ismail Sarlata kepada media akan pengunduran dirinya secara keseluruhan dari Forum Pers Indpendent Indonesia (FPII) Riau.

“Saya secara resmi mengundurkan diri melalui surat pengunduran diri yang ditanda tangani diatas kertas bermatrai 6000,” kata Ismail Sarlata kepada wartawan via WhatsApss pribadinya.

Rilis berita yang dibuat dan disebar luaskan oleh Suriani Siboro tersebut diatas, dan diunggah pada media siber www.borgolnews.com (Rabu, 25/03/20) berjudul “Ketua FPII Setwil Riau Terbaru Resmi Dipimpin Demo Sumarak” dengan Admin by Suriani Siboro dan media siber www.nuansadunia.com (Rabu, 25/03/20) berjudul “Demo Sumarak Sigalingging Resmi Menjadi Ketua FPII Setwil Riau” dengan Admin by Demo Sigalingging.

Dimana menurut Ismail Sarlata, media www.nuansadunia.com tak lain juga diduga media milik Suriani Siboro sendiri yang baru terbit sekitar 3 sampai 5 bulan silam.

Dari rilis berita yang diduga dibuat dan disebarluaskan oleh Suriani Siboro terdapat dugaan berita bohong yang terdapat pada paragraf atau alenia ke 3 (tiga), yang berisikan.

“Menanggapi kebenaran pengunduran diri Ismail Sarlata beberapa awak media mencoba menghubungi Beliau via seluler, dan Beliau membenarkan bahwa dirinya dengan ikhlas dan tanpa ada paksaan melepaskan jabatan Ketua Setwil dikarenakan kesibukan”

“Pada isi paragraf ke 3 tersebut, jelas diduga mengandung unsur Fitnah dan Pembohongan Publik, karena kata (Menghubungi) saya tidak pernah menerima telpon atau pesan dari rekan-rekan atau menyatakan pernyataan tersebut,” papar Ismail, geram.

Akibat dari pemberitaan tersebut, dirinya menempuh jalan memberikan Somasi kepada kedua Pemimpin Redaksi tersebut diatas (Suriani Siboro dan Demo Sumarak), untuk memberikan klarifikasi didukung dengan bukti akan dugaan pembohongan publik yang disampaikan pada paragraf ke 3 (tiga).

jika tidak ada bukti menghubungi mereka diminta menyampaikan permohonan maaf kepada dirinya.

Namun Somasi yang dilakukan dan pintanya, diduga tidak dilaksankan atau dipenuhi seutuhnya oleh kedua Pemimpin Redaksi tersebut. Dan diduga gagal paham serta tidak memahami maksud dan arti Somasi yang telah diberikan.

Tidak berdiam diri, lanjut Ismail, dirinya kembali menempuh sebagai mana yang di amanatkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers pasal 5 ayat (2) dan (3). Dimana Pers Wajib melayani Hak Jawab.

Lagi-lagi kekecewaan yang diperoleh, dimana Hak Jawab, Protes Keras dan Koreksi berita yang telah diberikan dan dilayangkan kepada kedua Pemimpin Redaksi tersebut diatas (www.borgolnews.com dan www.nuansadunia.com).

Dimana dalam Hak Jawab, Protes Keras dan Koreksi berita tidak dilakukan koreksi terhadap berita yang telah diunggah sebelumnya oleh kedua media siber diatas, dan bahkan kedua media siber diduga lakukan pelecehan dalam menyajikan Hak Jawab, Protes Keras dan Koreksi berita pada Konten Gambar tidak menampilkan Gambar Hak Jawab.

“Ini sangat aneh, lain diminta malah menampilkan sampulnya saja bukan Isinya,” beber Ismail.

Akan hal tersebutlah dilakukan Laporan Resmi secara elektronik yang langsung dikirimkan ke email sekretariat@dewanpers.or.id serta ke dua email bagian pengaduan, sebagaimana yang telah disarankan sebelumnya oleh salah seorang bagian pengaduan di dewan pers yang dihubungi via telp seluler, Rabu (1/4/20).

Dalam laporan ke Dewan Pers (DP) yang dilakukan juga bahwasanya Suriani Siboro Pemegang Kartu UKW Utama dan Demo Sumarak diduga bukanlah orang yang berpengalaman di dunia Pers yang langsung menduduki posisi Pemimpin Redaksi media siber nuansadunia.com, tanpa memiliki basik dasar Journalist.

diduga tunggangi Undang-Undang RI Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers, Kode Etik Journalis serta Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik pasal 28 ayat (1) Junto pasal 45A ayat (1) yakni Pembohongan Publik yang di sebarluaskan.

Dari laporan yang telah dilakukan, Ismail Sarlata mempercayakan seutuhmya kepada Dewan Pers dan dengan penuh harapan dapat memberikan petunjuk langkah selanjutnya yang harus ditempuh melalui mediasi yang akan dilakukan dan melalui PPR (Pernyataan Penilaian dan Rekomendasi) yang akan diterbitkan dan diberikan kepada masing-masing kedua belah pihak yakni Pelapor dan Terlapor.

“Semoga laporan yang telah dilakukan merupakan langkah terakhir yang diharapkan dan diperoleh, demi menjunjung tinggi Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers,” tutup Ismail Sarlata.**(Rls/tim)

Comments

comments

Check Also

Harumkan Nama Guru, Nurani S.Pd Dapat Apresiasi Dari PGRI Lingga

LINGGA – Harumkan nama guru, karena berhasil meraih prestasi terbaik, yaitu menjadi juara Pertama (I) …

-->