Home / Sosial & Lingkungan / Beras Jatah Miskin Kepenghuluan Salak, Kemana?

Beras Jatah Miskin Kepenghuluan Salak, Kemana?

Ada Apa Dengan Kepenghuluan Salak Warga Tidak Mampu Tidak Menerima Bantuan Sosial Beras Sejaterah (Rastrah)?

BAGANSINEMBAHRAYA – Banyak Warga Kepenghuluan Salak, Kecamatan Bagan Sinembah Raya (Basira), Kabupaten Rokan Hilir, yang kurang mampu tidak mendapat jatah bantuan Sosial Beras Sejaterah (Rastrah). Padahal sudah berdomisili puluhan Tahun.

Menurut informasi yang terima oleh awak media, bahwa beras yang seharusnya telah di distribusikan, namun di duga masih mengendap di gudang atau di simpan di kantor Kepenghuluan Salak.

Serta Informasi yang di rangkum, bahwa beras Rasta itu diduga sebahagian disimpan di rumah warga. Jika benar itu terjadi, tentunya menjadi pertanyaan besar kenapa Rasta tersebut tidak di salurkan kepada orang yang berhak menerimanya.

Hal yang sangat mengherankan warga kurang mampu yang berada paket H, Kepenghuluan Salak, yang menerima bantuan rasta itu hanya dua orang atau Dua (2) KK.

Salah Satunya ibu Wan Rohimi, untuk menghidupi kesehariannya hanya berharap pemberian dari anak-anaknya yang berjumlah 9 orang.

Dan salah satu anaknya tinggal bersebelahan dengan rumahnya, tidak mendapatkan bantuan kurang lebih satu tahun lamanya.

Ketika di wawancarai oleh awak media, Rohimi, yang di dampingi anaknya mengaku bahwa sekitar satu tahun lebih lamanya mereka tidak mendapatkan bantuan Rasta dari pemerintah.

“Sudah lama kami tidak dapat bantuan raskin itu, kurasa sudah setahun lebih lamanya kami tidak dapat lagi. Dulu memang pernah dapat tapi sekarang tidak lagi,” kata Rohimi dan di iyakan anaknya.

Dikisahkan anak Rohimi, bahwa sebelumnya ia pernah mendatangi Kantor Kepenghuluan, yang mana pada saat itu pihak Kepenghuluan sedang membagikan Rasta tersebut kepada warga.

Setibanya di kantor kepenghuluan, Ia heran tidak mendapatkan bagian. Karena tidak dapat bagian lalu ia mempertanyakan kenapa dirinya tidak kebagian, sementara sebelumnya ia beserta ibunya (Rohimi) selalu kadapatan.

Atas pertanyaannya tersebut, pihak Kepenghuluan mengatakan bahwa, yang berhak mendapatkan Rasta tersebut adalah warga yang memiliki kartu.

“Waktu itu lagi pembagian raskin ini, tapi saya tidak dapat. kata orang desanya yang punya kartu yang berhak dapat. Heran juga sih kenapa pake kartu selama inikan enggak, dan itu kartu apa saya juga tidak tau,” ungkapnya.

Meski sudah tidak mendapatkan bantuan lagi, Rohimi dan anaknya mengaku tidak berkecil hati. Dirinya hanya berpikirian positif bahwa adalagi warga yang lebih membutuhkan dari pada dirinya.

“Memang sangat membantu bagi kita, tapi kalau yang pake kartu yang dapat, ya sudahlah, berarti mereka lebih membutuhkan dari pada kami. Kami tidak mau ribut soal itu, kami berpikir yang lurus aja, kami tidak dapat mungkin menurut mereka kami sudah mampu,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Rohimi, Rastrah yang sebelumnya ia terima dari kepenghuluan sebanyak satu karung berukuran 50 Kg. Akan tetapi lanjutnya, satu karung ukuran 50 Kg itu akan di bagikan untuk 3 kepala rumah tangga.

“Yang terahir kami terima satu karung ukuran 50 Kg, dan itu untuk 3 keluarga. Kalau sekarang tidak tau berapa kilo karena tidak pernah dapat lagi. Tapi pernah saya dengar ukuran 10 Kg, disini ada yang dapat cuma dua orang,” tandasnya.

Ketua RT 04, Sri, saat ditemui awak media mengatakan selama saya menjabat kurang lebih hampir satu tahun tidak pernah tau kalau ada bantuan beras untuk warga kurang mampu.

“Saya tidak tau, soalnya tidak ada pemberitahuan dari sana (Kepenghuluan,red). Lagian saya jadi RT baru 1 Tahun. Dan saya juga jarang disini, kamaren saya baru pulang dari Jambi,” jelasnya.

Dikonfirmasi, Penghulu Salak, Abdul Karim, dikantornya Jum’at (24/5) tidak berada ditempat, awak media hanya dapat bertemu dengan Sekretaris Desa, Susi Susanti, saat dipertanyakan Soal Beras Sejaterah dirinya mengatakan tidak mengetahui semua ditangan Kaur Kesra Fajarina.

“Semua beras sudah kita bagi, tetapi data warga yang menerima itu ditangan Kaur Kesra dan saya tidak tau jelas berapa warga yang menerimanya,” katanya.

Atas desakan dari awak media, Sekdes akhirnya menelepon Kaur Kesra, yang kebetulan juga tidak di Kantor, dari hasil telepon tersebut Sekdes mengatakan ternyata di tangan penghulu.

“Saya telepon ternyata data tersebut tidak ditangan ibu Fajarina, tetapi sudah ditangan Penghulu,” ucap Sekdes.

Sekdes Kepenghuluan Salak, mengatakan kepada Awak media agar koordinasi dengan Penghulu sebelum di terbitkan.

“Ketemu dulu Pak dengan Pak Penghulu, kalau mau di beritakan biar jelas semua,” pungkas Sekdes.(andi)

Comments

comments

Check Also

Tovapestore Tembilahan: Pakai Masker Dapat Potongan Harga

INHIL – Sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintah dalam upaya memutus mata rantai penyebaran dan penularan …

-->