Home / Berita Riau / Perjuangkan Nasip, Zulfikar: Guru Honorer Siap Satu Komando Dibawah Naungan PGRI
Ketua PGRI Rohil, Zulfikar : Guru Honor siap satu komando dibawah PGRI," tegasnya - (poto by : istimewa)

Perjuangkan Nasip, Zulfikar: Guru Honorer Siap Satu Komando Dibawah Naungan PGRI

ROKANHILIRImbas dirumahkan tenaga honorer ternyata juga berimbas keguru honor dalam sanksi tersebut. Sejauh ini, pihak PGRI Rohil belum menetukan sikap dan bergerak. Karena sesuai dengan pertemuan terakhir PGRI bersama Kadis Pendidikan, Selasa kemarin masih dalam pertimbangan Pemerintah daerah (Pemda) Rohil.

“Tapi kalau guru kita tersentuh total di rumahkan, kami (seluruh guru honor,red) pasti bergerak satu komando di bawah PGRI Rohil,” ucap tegas ketua PGRI Rohil, Zulfikar, yang diketahui saat ini sedang mengejar S3 disebuah universitas di Sumatra Utara (Medan,red), Minggu (23/9/18) via WA selulernya.

Sebelumnya, dirinya juga sudah melakukan koordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan Rohil agar mencari solusi terbaik untuk nasip pahlawan tanda jasa itu. Sebab guru baik guru honor adalah mesin pencipta generasi bangsa.

Baca Juga : Hancurnya APBD, Zulfikar Ketua PGRI Rohil Angkat Bicara Soal Guru Honorer

“Mudah-mudahan semua usulan kita dapat di terima agar guru ini tidak di rumahkan. Kalau duduk semeja kami siap memberikan solusi. Tapi, kalau tidak, kami akan berjuang untuk anggota saya para guru honor yang kami cintai dan hargai pengorbanan nya selama ini,” tegasnya.

Lanjutnya, karena kami PGRI dari Pusat sampai kedaerah sampai hari ini terus berjuang agar guru honor ini di angkat jd CPNS. Jadi, kalau di rumahkan berarti tidak menghargai pengorbanan para guru honor kita karena selama ini gajinya kerap terlambat, dan gajinya tidak memadai. Bahkan, PGRI selalu meminta mereka bersabar dan tetap menjalankan tugas proses belajar dan mengajar di sekolah dan mereka mau mendengar PGRI.

Jadi, tegasnya lagi, sebagai ketua PGRI Rohil saya mohon kepada Pemkab Rohil agar dapat memberi pertimbangan khusus agar tidak merumahkan guru honor kita, kami mengerti Pemda sedang sulit tapi Pendidikan ini juga tidak boleh hancur seperti hancurnya kondisi keuangan daerah kita. Mari kita duduk bersama untuk mencari solusi terbaik,” urainya.

“Ingat, hancurnya ekonomi kalau pendidikan baik, masih bisa memperbaiki keadaan ekonomi kedepan. Tapi, kalau hancur pendidikan akan merusak semua sektor kehidupan di daerah kita,” tandasnya.(gp1)

Comments

comments

Check Also

Lamanya Jeritan Buruh di Lingga Pengusaha PHK Sepihak, Akhirnya Pemkab Bersuara

LINGGA – Federasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (F-SPSI) sangat menyesalkan kepada Pemkab Lingga terkhususnya Dinas …

-->