Home / Karya Tulis / “Penyiar Merah Putih” Cerita Pendek Karya Sri Yanti
Sri Yanti, SMK Negeri 1 Bangko

“Penyiar Merah Putih” Cerita Pendek Karya Sri Yanti

GoPesisir.com, ROHIL – Terbukti, Sri yanti dan beberapa sahabatnya dari SMK Negeri 1 Bangko, mampu berkarya dalam bidang kesenian. mari kita apresiasi adik – adik kita di sekolah – sekolah Kabupaten Rokan Hilir untuk terus berkarya untuk membanggakan kabupaten tercinta kita.

 

“Good morning Indonesia..! Pagi yang cerah bersama saya, Jasmine di Radio FM Matahari. Berhubungan hari ini adalah Hari Kemerdekaan,  kita akan membahas tentang Indonesia. Indonesia merdeka! Ya, tentu saja atas jasa para Pahlawan yang berjuang dengan tumpah darah. Melawan dan mengusir penjajah Jepang dan Belanda dengan gagah berani. Harusnya kita sebagai anak negeri patut mengenang jasa mereka. Dengan cara apa? Dengan cara belajar bersungguh-sungguh. Ingat, dulu para Pahlawan kita berjuang dengan bambu runcingnya, sekarang kita harus berjuang dengan mengangkat pena. Ya, cuma mengangkat sebuah pena lalu merangkai kata yang berisi ilmu yang berguna. Kelak jika kita akan menjadi pemimpin bangsa ini, jadilah seperti Ir. Soekarno yang memimpin dengan adil. Oke para pendengar Radio FM Matahari, kita putar dulu satu lagu kemerdekaan yang semoga bisa membangkitkan semangat kita di hari yang merdeka ini!”

Ku putar lagu Cokelat-Bendera. Ya, semoga bisa bermanfaat bagi para pendengar. Inilah aku, sang penyiar radio. Walaupun gajinya tidak besar, tapi aku sangat menyukai pekerjaan ini.

“Hey! Ngelamun aja kerjaannya” Tegur Agus.

“Eh, kamu bikin kaget aja, Gus” sahut ku.

“Mmm.. Habis siaran ini kamu ada acara nggak? Tanya Agus.

“Ada, hari ini aku mau membagikan sedikit makanan pada anak-anak jalanan” Jawabku.

“Ooh, baik banget kamu? Aku boleh ikut ngga? Aku juga mau menolong mereka yang kesusahan itu. Sebagai rakyat Indonesia kan kita harus peduli pada mereka” Ujar Agus.

“Ya, benar sekali. Ya udah, kita selesaikan dulu siaran hari ini, nanti bantu aku menyiapkan apa yang perlu dibawa ya? Kataku.

“Ya sudah, yuk!!” Ajaknya.

Kami pun masuk ke studio siaran dan melanjutkan aksi Kemerdekaan Indonesia!

“Ya, Indonesia! Kembali lagi bersama Jasmine di Radio FM Matahari. Lihat! Aku tidak sendiri lagi disini, ada cowok manis di samping ku sekarang. Dialah Agus! Yaa.. Agus akan menemani kita semua dihari  yang penuh merah putih ini” Ucapku semangat.

“Namaku Agus, cowok ganteng yang menjadi Bintang Tamu di Radio FM Matahari ini. Tentu saja cowok ganteng seperti ku ini ditemani oleh putri Jamsine yang cantik jelita” Canda Agus sambil mengedipkan sebelah matanya padaku.

“Ah, kamu bisa aja Gus! Mau jadi pelawak ya? Tanyaku mengulum senyum.

“Iya nih Jas, aku mau jadi pelawak buat semua pendengar dihari Merah Putih ini, khususnya buat si cantik jelita Jasmine yang disampingku ini, hehehe” Kelakar Agus.

“Hahahah.. Agus ada-ada aja, tapi makasihlho ya buat pujiannya? Oke semua pendengar,  Agus mau jadi Pelawak Merdeka untum kita semua dihari ini. Ingat! Mau jadi pelawak, bukan pahlawan” Kataku sedikit melucu.

Dan mengalirlah semua cerita tentang kemerdekaan saat itu. Kami bercerita banyak tentang penjajahan Belanda dan Jepang sampai pada Indonesia Merdeka masa Ir. Soekarno. Setelah membahas banyak tentang kemerdekaan Indonesia,  kami pun menutup siaran untuk hari ini.

“Oke para pendengar Radio FM Matahari,  tampaknya acara kita hari ini akan berakhir. Kami akan menutup acara hari ini dengan lagu Indonesia Jaya-Fatin&friends. Baiklah Indonesia, kami tutup acara ini dengan salam merdeka. Merdeka! Merdeka! Merdeka!” Ujar Agus dengan semangat 45.

“Agus? Sebelum kita memutar lagu Indonesia Jaya, bagaimana kalau kita berdua menyanyikan lagu wajib 17 Agustus?” Tanyaku semangat juga.

“Wow, ide yang bagus! Yuk kita mulai, 1.. 2.. 3…!!” Perintah Agus.

“Tujuh belas agustus tahun empat lima itulah hari kemerdekaan kita..” Suara ku dan Agus menyatu sesuai irama, kami bernyanyi sambil mengepalkan tangan ke depan.

 

The End

Comments

comments

Check Also

Sadarkan Diri & Semangat Membangun Pencegahan Korupsi

Persoalan pemberantasan korupsi di indonesia hingga saat ini belum tuntas. Baru-baru ini saja Komisi Pemberantasan …

-->