Home / Hot News / Seolah Menjadi Pelindung, Oknum Syahbandar Kubu Dinilai Tidak Tau Tupoksinya
poto by: Koleksi - Tampak tiang penyanggaha jembatan yang rusak

Seolah Menjadi Pelindung, Oknum Syahbandar Kubu Dinilai Tidak Tau Tupoksinya

Pemkab Rohil dan Kadis PU melalaikan tanggung jawab terhadap tindakan PT MAM, yang telah merusak Jembatan di Kubu setahun yang lalu. Sampai saat ini tidak ada ada titik penyelesaian.

 

GoPesisir.com, Rohil – Ingkari perjanjian yang tertuang diatas kertas hitam dan putih, Kontraktor PT. Mekar Abadi Mandiri (MAM) dan rekanan Sub Kontraktornya dinilai melukai hati masyarakat Kecamatan Kubu dan Kuba (Kubu Babussalam). Terparahnya lagi, Perjanjian yang ditanda tangani juga oleh pihak Syahbandar, hampir setahun lebih perjanjian yang disepakati tak kunjung terealisasi.

 
Sementara, jembatan tersebut merupakan salah satu akses nadi penghubung jalur antar desa kedesa lainnya. Dengan melihat kondisi jembatan ada yang rusak seperti itu, tentu seluruh lapisan masyarakat Kecamatan Kubu dan Kuba merasa sangat terzolimi oleh sikap perusahan yang tidak bertanggung jawab. Namun sayang, Pemkab Rohil, Dinas PU, Camat, anggota Dewan dari dapil tersebut dan pihak Syahbanadar diam tanpa memperhatikan apa dampak patal yang akan terjadi dikarenakan kerusakan pada tiang induk jembatan tersebut.

 
“Kita jangan pikir untuk sekarang. Mari kita pikirkan untuk 5 sampai 10 dan 20 Tahun mendatang. Jika jembatan itu patah atau rusak sehingga memakan korban (Tewas), tentu yang dirugikan pihak masyarakat terutama keluarga sikorban,” ujar Ketua Lira Rohil (Dibawah kepemimpinan DPP HM Jusuf Rizal), Zaky Al Masry, Selasa (25/7/17) di Bagan siapi-api.

 
Sambungnya, yang jelas pihak Syahbandar dan Pemkab Rohil harus secara tegas menindak kontraktor itu. Sudah jelas tertuang diperjanjian tersbut pihak Syahbandar yang juga turut menandatangani bisa meminta pertolongan baik dari pihak Kepolisian Negara RI dan juga TNI untuk menindak lanjuti permasalahan ini. Kenapa itu tidak dilakukan, dan wajar saja masyarakat berpikiran negatif. Apa lagi hampir setahun perjanjian tersebut tidak ada realisasinya. “Ada apa pihak Syahbandar, Pemkab Rohil dengan pihak-pihak kontraktor tersebut,” jelasnya.

 

Surat penjanjian yang disepakati

Keterangan :

– Jika tidak diindahkan sesuai UU 17 Tahun 2008 Pasal 212 ayat 1, Syahbandar dapat minta bantuan kepada Kepolisian Republik Indonesia / Tentara Nasional Indonesai mengingat ini merupakan Inventaris barang dan jasa kepemilikan Republik Indonesia yang dirawat dan dijaga oleh Kabupaten Rokan Hilir.
– Sanksi Tegas, Tempat Kejadian Perkara (TKP) Barang Bukti (BB) akan diserahkan ke Pihak Kepolisian Negara Republik Indonesia.

 
Terkait mengapa jembatan yang rusak tersebut tidak kunjung diperbaiki, Zaky baru-baru ini kembali lakukan komunikasi dengan pihak syahbandar Unit Penyelenggaraan Kelas III Panipahan, wilayah Kerja Kubu, Elsye. SE, dinilai tidak koorperatif dalam menjelaskan akan kelanjutan permasalahan tersebut. Seakan-akan ada rahasia yang disembunyikan dari hal itu. Yang saya masih ingat dalam pembicaraan itu. “Kita sudah lakukan koordinasi dengan Bupati Rohil (Suyatno) terkait hal itu,” ucapnya meniru. Sembari menuai kejanggalan dalam pikiran, apakah benar Buapati sudah tau akan kejadian ini dari ulah kontraktor.

 

Baca JugaBupati Kaget Poto Sekda Dan Kadis Pariwisata Ambil Telor Penyu P. Jemur

 
Sambungnya, Elsye juga mengatakan bahwa Kadis PU Rohil, Jhon Syafrindow, pernah berujar kepada Elsye. Ia berpesan, ‘Kalau protesan sipatnya dari kelompok jangan dipedulikan dan pekerjaan harus dilanjutkan. Tapi, kalau masyakat yang minta kerjaan tersebut harus dihentikan. Pihak kontraktor harus berhenti dan penuhi permintaan masyarakat’, ingatnya.

 
Disatu sisi, sambung Zaky. Budi waluyo, pimpinan PT. MAM, pernah duduk bersama dengan masyarakat dikantor Camat dan disaksikan Camat, dengan perjanjian sebelum jembatan tersebut diperbaiki pekerjaan tersebut tidak bisa dilanjutkan. Dan perjanjian itu disanggupi oleh Budi Waluyo.

 

 

Dari atas, posisi jembatan yang terlihat sudah berselisih

”Yang terjadi sekarang apa..? Toh jembatan yang rusak dan bisa berakibat fatal aset milik Negara Republik Indonesia masih saja dibiarkan seperti itu, pekerjaan proyek kontaktor masih terus berjalan hingga sekarang. Dan masyarakat Kubu dan Kuba hanya bisa pasrah dengan janji-janji palsu yang penuh dengan kesandiwaraan,” urainya sembari menghela napas panjang dengan raut wajah kesedihan.

 
Tidak berhenti sampai disitu, intinya permasalahan sudah pernah didudukan kembali disalah satu Hotel di Pekan Baru oleh pihak-pihak terkait, baik pihak Dinas PU, Syahabandar, tokoh masyarakat yang mewakil, Kontraktor dan dua rekanan sub kontraktornya. Dan perjanjian itu diatas kertas yang langsung ditanda tanganioleh Elyse, Se. Yang sangat anehnya perwakilan dari pihak Kecatan yang diundang tidak menghadiri acara tersebut. Padahal pihak Kecamatanlah yang seharusnya wajib menyuarakan jembatan yang ditabrak itu untuk segera diperbaiki oleh pihak yang merusak. Karena jembatan tersebut berada diwilayahnya.

 
“Agreement (Perjanjian) pertama sudah hampir setahun dan perjanjian kedua dilakukan dibulan puasa kemarin, dan itu kembali sudah disepakati oleh pihak PT. MAM dan subkonnya. Tunaikanlah kewajiban itu. Apa harus nunggu kejadian dulu jembatan itu roboh atau patah lalu makan korban jiwa. Barulah semua sibuk mencari kebenaran dan solusi,” keluhnya. Kami atas nama masyarakat bukan mau menghalang-halangi pekerjaan yang dilakukan PT. MAM. Ini jembatan urat nadi penghubung antar desa kami, kalau tidak masyarakat yang menjaga dan mengawasi, siapa lagi? ***(gp1)

 
Redaktur by : Ram
Editor by : Wink

Comments

comments

Check Also

Lamanya Jeritan Buruh di Lingga Pengusaha PHK Sepihak, Akhirnya Pemkab Bersuara

LINGGA – Federasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (F-SPSI) sangat menyesalkan kepada Pemkab Lingga terkhususnya Dinas …

-->