Home / Sosial & Lingkungan / Unik, Pohon Kelapa di Sungai Apit Ini Bercabang Tujuh
Foto Pohon Kelapa unik punya tujuh cabang.

Unik, Pohon Kelapa di Sungai Apit Ini Bercabang Tujuh

PEKANBARU – Rumah salahseorang warga di Kampung Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak-Riau menjadi buah bibir warga setempat. Bukan lantaran bangunannya yang unik, melainkan Pohon Kelapa yang menjulang tinggi di halaman rumahnya.

Ini bukanlah sembarangan Pohon Kelapa, melainkan Kelapa unik karena bentuknya beda dari biasanya. Jika Pohon Kelapa cenderung satu batang menjulang, yang satu ini justru menjulang dan bercabang tujuh. Itulah yang membuatnya spesial dibanding Kelapa lainnya.

GoRiau.com sempat melihat langsung kebenaran Kelapa unik tersebut. Posisinya tumbuh persis di halaman rumah seorang perempuan bernama Kari yang kini sudah berusia sekitar 62 tahun. Rumah Bu Kari ini berada di Jalan Sukajadi, Kampung Mengkapan, Sungai Apit, Kabupaten Siak.

“Seingat ibu, ini sejak tahun 2004 lalu. Awalnya biasa saja (tak ada yang spesial, red). Ketika sudah besar muncul satu cabang. Lama-lama bertambah banyak,” sebut Bu Kari menjelaskan, Sabtu (19/3/2016) siang.

Bahkan Bu Kari juga tak memiliki firasat apapun tentang Pohon Kelapa itu. Seperti pada Kelapa lainnya, Bu Kari meyakinkan tidak ada perlakuan khusus. Hanya saja tempat tumbuhnya persis berada kira-kira enam meter dari rumahnya dan tak jauh dari jalan besar (Jalan Sukajadi, red).

“Karena cabangnya banyak, buahnya pun lebih banyak dibanding Kelapa lainnya. Orang kampung sini sudah tahu semua. Kalau sekilas dilihat kayaknya memang biasa. Di bawah ada dua cabang, semakin ke atas semakin banyak,” gambarnya.

Dia mengatakan, sedikitnya ada tujuh cabang di Pohon Kelapa tersebut. Ini yang membuatnya terkesan istimewa. Bahkan tak jarang ada orang yang sengaja jauh-jauh datang untuk mengabadikan foto Pohon Kelapa unik tersebut. ***

goriau.com

Comments

comments

Check Also

Komisi V DPR: Jika Perlu Gratiskan Rumah Untuk Insan Pers

JAKARTA – Anggota Komisi V DPR RI, Tamanuri, mendesak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat …

-->