Home / Sosial & Lingkungan / Uang Kutipan Signifikan, Kondisi Pelabuhan Tetap Membahayakan

Uang Kutipan Signifikan, Kondisi Pelabuhan Tetap Membahayakan

MERANTI – Pungutan aneh dan semena-mena dipelabuhan rakyat Tanjung Pal Desa Penyengat Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak Provinsi Riau, dinilai sudah tidak wajar, dan sangat disayangkan hal ini tidak sebanding dengan kondisi pelabuhan yang disediakan.

Pasalnya, meski sebelum ini berbagai langkah sudah dilakukan oleh Pemerintan Kabupaten Kepulauan Meranti, seperti menyurati Gubernur dan Kapolda Riau, serta melakukan hearing bersama Komisi II DPRD Kabupuaten Kepulauan Meranti dengan pihak penyelenggara jasa angkutan laut yang melewati pelabuhan tersebut, namun hasilnya tetap sia-sia.

 

Ironisnya lagi kondisi pelabuhan yang sudah tidak layak pakai dan dapat membahayakan keselamatan bagi pengguna itu, tidak terlihat ada perbaikan sama sekali, seperti terlihat beberapa bagian yang berlobang dan papan lantainya sudah patah.

“Kondisi pelabuhan atau jembatan itu sudah berbahaya sekali, sementara aktifitas dipelabuhan tersebut sangat tinggi, tetapi kondisinya tidak layak”. Kata Ardiansyah kepada awak media Jum’at (6/3/20).

Selain itu Ketua DPRD Kepulauan Meranti ini juga menyesalkan antara kondisi pelabuhan dengan patokan tarif yang ditetapkan pengelola pelabuhan tersebut sangat signifikan.

“Lihatlah kondisi pelabuhannya, Sementara penumpang yang melewati pelabuhan ini harus membayar 5.000 perorang, sementara untuk barang sebesar 10.000 perpotong, sementara waktu kita memakai pelabuhan pemerintah pungutan ini tidak ada sama sekali”. Kesal pria yang akrab dipanggil Jack itu.

Lebih jauh Jack menjelaskan, didalam hearing yang dilaksanakan pada hari Selasa (25/2/20) lalu, disebutkan pihak Nagaline sudah memberikan opsi lain kepada pengelola pelabuhan tanjung Pal, yaitu membayar 3 juta perbulan dan menambah gerobak, tetapi opsi ini ditolak pengelola dan masyarakat disana.

“Tolong lah pihak pelabuhan rakyat Tanjung Pal buton ini pakai hati sedikit, Masyarakat sudah membayar, dan tolong pelabuhannya yang rusak dan patah-patah itu untuk diperbaiki sebelum ada masyarakat yang menjadi korban, kalau difikirkan lagi biaya yang dipungut tidak sebanding dengan fasilitas yang diterima, minimal keselamatan penumpang yang diutamakan”. ungkap Ardiansyah.

Rilis Humas.

Comments

comments

Check Also

PSBB Disetujui, Fahira Idris Minta Warga Dukung dan Patuh Arahan Anies

JAKARTA — Setelah melalui proses pengusulan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Menteri Kesehatan Terawan …

-->