Home / Hot News / Jenguk Penderita Tumor, FPII Minta Pemerintah Lebih Peduli

Jenguk Penderita Tumor, FPII Minta Pemerintah Lebih Peduli

PEKANBARU – Kepedulian terhadap sesama menjadi keharusan bagi setiap orang sebagai makhluk sosial. Hal ini juga jadi bagian yang tak terpisahkan bagi Forum Pers Independent Indonesia (FPII) khususnya Setwil Riau.

Selain dituntut memberikan Informasi kepada Masyarakat, Tim FPII juga mengabdikan diri kepada masyarakat dengan Program Peduli Kasih Sesama.

Sebagai bentuk kepedulian kasih terhadap sesama pada Jum’at (14/2) Tim FPII Setwil Riau yang didampingi Korwil FPII Kampar menjenguk pasien cilik penderita penyakit tumor ganas asal Kabupaten Rokan Hilir. Kedatangan Tim FPII langsung disambut oleh orang tua pasien.

Sangat miris mata saat melihat Putra, bocah berusia 7 tahun sang pasien tumor ganas hanya bisa terkulai lemas diatas tempat tidur, dengan kondisi perut yang semakin membesar dan tubuh dan semakin kurus.

Rasa sakit yang dialami, Putra membuat hati kita meneteskan air mata. Bocah malang tersebut harus terbaring lemah di Rumah Sakit dengan harapan diberikan keajaiban dari Allah SWT agar segera sembuh.

Menurut keterangan Orang tua Putra, Sakit yang dialami anaknya sudah berlangsung lebih kurang 1 tahun yang silam, berbagai pengobatan juga sudah dicoba namun hasilnya belum maksimal,” ujarnya dengan wajah sedih.

Masih lanjutnya, karena perut sang anak terus mengalami pembengkakan sehingga waktu itu harus dirawat di RSUD Bagansiapiapi.

Berdasarkan diagnosa awal dari Tim Dokter, Putra divonis mengidap penyakit tumor ganas yang awalnya dipicu oleh adanya penyakit kanker ginjal yang terus menjalar ke organ tubuh lainnya.

Lebih lanjut setelah melakukan pengobatan di RSUD Bagansiapiapi akhirnya dengan bantuan banyak pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu – persatu, Putra dirujuk ke RS PMC Pekanbaru, dan disini lebih kurang sudah 6 hari.

“Sudah hampir sepekan kita di RS PMC ini,” katanya.

Sebelumnya kita juga mencoba pengobatan Alternatif ke Padang Sumatra Barat, dengan pengobatan Alternatif ada ringan sedikit. Biasanya Putra kalau sakitnya kambuh tidak mau minum.

“Kita sekarang hanya bisa berharap keajaiban dari Allah SWT, karena saya selaku orang tua tidak tega melihat apa yang dirasakan oleh Putra yang setiap hari merengek merasakan sakit,” tutur Ayah Putra sambil mata berkaca – kaca menahan kesedihan.

Ketua FPII Setwil Provinsi Riau Ismail Sarlarta kepada awak media usai kunjungan mengatakan kedatangan kita ke RS PMC ini dalam rangka menjenguk Anak atau Adik kita Putra yang mengidap sakit tumor ganas.

Dengan program Peduli Kasih yang diprogram oleh FPII khususnya Wilayah Provinsi Riau bahwa kita peduli terhadap sesama, bisa dilakukan walau sejatinya organisasi jurnalis.

“Sebagai wadah wartawan, FPII mempunyai program peduli sesama,” ujar Ismail, sapaan akrabnya.

Sambung Ismail, selain itu juga kita mengetuk hati Pemerintah baik Pemda Rokan Hilir maupun Pemerintah Provinsi Riau agar memberikan perhatian.

“Berikan bantuan yang sunguh – sungguh, jangan hanya setengah – setengah. Karena keluarganya sangat membutuhkan uluran tangan,” papar Ismail.

Dimana, kedua orang tua Putra adalah tergolong susah yang kesehariannya bekerja serabutan, dengan cobaan oleh Allah SWT betapa tegar hati orang tuanya.

“Untuk itu Pemerintah harus peduli, karena kesehatan masyarakat juga hak masyarakat sesuai amanat UU 1945,” jelasnya.

Sementara itu ditempat yang sama Asril Ketua FPII Korwil Kampar juga menyampaikan hal yang sama berharap kepada Pemerintah dan seluruh element masyarajak agar membuka mata terhadap apa yang diderita oleh sesama.

“Saya berharap Pemerintah berikan bantuan dan Perhatian Ekstra, dan juga kepada masyarakat mari sama – sama kita doakan adik kita ini agar segera diberikan kesembuhan,” harapnya.

Masih kata Asril semoga dengan kunjungan yang kita lakukan, bisa meringankan beban yang dirasakan oleh keluarga pasien cilik penderita tumor ganas asal Rohil ini”tutup Asril.**

Sumber: FPII Setwil Riau

Comments

comments

Check Also

Siswa Trauma & Tak Sekolah Lagi, Disdik Meranti Harus Tegas

MERANTI – Dugaan tindak kekerasan di lingkungan satuan pendidikan, oleh salah seorang oknum guru honorer …

-->