Home / Hot News / Andi: Ini Kontroversi Tragedi BB Sabu Hampir Setengah Kilo

Andi: Ini Kontroversi Tragedi BB Sabu Hampir Setengah Kilo

ROKANHILIR – Lies (73), Ibunda Rudi Kurniawan alias Rudi, menjumpai Andi Nugraha, SH, sebanyak 3 kali di kediamannya bermodalkan Sertifikat Rumah dan Sertifikat Kebun Sawit. Namun, apa yang dibawa ibunda Rudi ditolak mentah-mentah oleh Andi.

“Begini saja buk, saya ikhlas membantu anak ibu (Rudi,red). Jika benar anak ibu tidak bersalah, saya akan bantu sekuat tenaga untuk membelanya di persidangan hingga selesai,” ujar Andi, didampingi Sugianto Nasution, saat pres rilisnya, Jum’at (3/1/20).

Kedatangan ibunda Rudi dikediaman Andi, di Bagan Siapi-api, bukan tanpa alasan yang jelas. Dimana narluri seorang Ibu yang mencari keadilan atas musibah yang menimpah anak bungsunya (Rudi,red) karena di duga terjebak kasus narkoba jenis sabu-sabu seberat hampir Setengah Kilo Gram (Kg).

Andi Nugraha (kiri), Ketua LBH Lion Of Justice didampingi Wakil Ketua, Sugianto Nasution (kanan) saat beracara di PN Rohil

“Anak saya tidak bersalah, anak saya dijebak oleh orang yang dikenal anaknya. Bantu ibu nak, Ibu mohon,” kata Andi, melihat wajah ibunda Rudi yang penuh isak tangisan dan cucuran air mata.

Dikisahkan Andi, Rudi ditangkap jajaran Polres Rohil pada Jum’at 23 November 2018 silam, disebuah tempat penjualan rujak. Sedangkan pengantar paket seorang pria berbaju putih melarikan diri dari sergapan Polisi dan lolos.

Saat ini, setatus pria yang mengantarkan paket diduga barang haram itu kepada Rudi, masih DPO jajaran Polres Rohil, sesuai keterangan hasil surat persidangan.

“Rudi diduga dijebak, paket yang diduga berisikan Sabu seberat setengah kilo gram tidak ada ia sentuh. Dan tiba-tiba Polisi langsung menangkapnya,” urai Andi, kembali meniru.

Menurut Andi (PH Rudi), difakta-fakta persidangan terungkap siapa aktor-aktor pelaku penjebakan tersebut, diketahui bernama Roni dan satu pria berbaju putih yang Rudi sangat mengenal wajah pria tersebut dan sempat sejalan bersama ke Mapolres.

“Diduga yang memberi paket (Pria berbaju putih) berinisial ‘RN’, Rudi sangat tanda dengan wajah dan sudah dikuak kepermukaan persidangan. Dan saya akan antarkan nama oknum RN itu bersama berkas yang ada ke Propam Mabes,” ungkapnya.

Perkenalan Rudi ke Roni, sambung Andi, dikenalkan melalui Putra Zakir (Sahabat kecil Rudi). Hubungan Rudi dan Roni berawal guna mencari pekerjaan yang terjadi via selulernya. Sebelumnya Putra Zakir, mengatakan kalau Roni bisa membantu kerja di Restoran Cindelaras di Bagan Batu.

“Ini namanya Rudi ya, kamu yang mau melamar kerja di Restoran Cindelaras itu. Apa lamaran kamu sudah siap,” kata Andi, meniru dihasil fakta persidangan meniru tanya Roni.

Berjalannya dugaan rencana penjebakan seusainya sholat Jum’at. Dengan bermodal duit Rp10 Ribu minta kepada Ibunya untuk beli bensin sepeda motor guna Rudi mengantar lamaran kerja.

lalu, Rudi ditengah jalan mendapat telpon kembali dari Roni menyuruh membeli Rujak disimpang Kampit, Bagan Batu, Kabupaten Rohil.

“Kamu ada uang, tanya Roni. Ada bang, jawab Rudi. Belikan rujak, nanti duitnya abang ganti,” kata Andi, memaparkan.

Dan lanjut Andi, telpon bunyi kembali yang terlihat disambung 3 (Tiga) oleh Roni, yang menyuruh Rudi untuk mengambil paket dari temen abang (Roni,red).

“Karena gelagat mencurigakan, Rudi tidak menerimanya dan membiarkan paket itu tetap bangku yang tertutup Helm. Temen Roni yang mengantar paket langsung lari dan Rudi ditangkap oleh jajaran Polres Rohil,” tandas Andi.

Melihat gelagat hasil uraian kliennya, Andi yang mendampingi hukum kliennya telah bergulir dipersidangan melakukan upaya pembelaan semaksimal mungkin atas dugaan perkara yang sangat deramastis itu.

“Terimakasih para Hakim MA RI, Kasasi klien kita akhirnya membuahkan hasil yang sangat adil-seadilnya. Dari Jaksa tuntutan 15 Tahun 6 Bulan pidana, Vonis 14 Tahun 4 Bulan, Banding diperkuat, dan Kasasi menjadi 6 Tahun kurungan,” ucap Andi.

Namun, lanjutnya lagi, dalam perkara yang cukup banyak menuai kontroversi dikalangan seluruh pengacara di Kabupaten Berjuluk Seribu Kubah itu, Andi mendapat dukungan penuh untuk memperjuangkan hak-hak kliennya melakukan upaya lanjutan hukum luar biasa atau PK (Peninjauan Kembali).

“Ini wajib di PK, perkara klien saya ini sangat kuat dugaan konspirasi atas perampasan Hak Azasi Manusia (HAM). Apa lagi sampai saat ini, DPO yang menjadi akar permasalahannya masih berkeliaran bebas diluar sana. BB setengah kilo,” ungkapnya.**

 

Laporan by: Rls/Red
Editor by: Mmd

Comments

comments

Check Also

PJC 2020, Program Pendidikan Jurnalistik Gratis Untuk Generasi Muda Riau

RIAU – Lembaga Pendidikan Wartawan, Pekanbaru Journalist Center (PJC) mulai merealisasi pendidikan Jurnalis gratis bagi …

-->