Home / GO Polres News / Tabligh Akbar Hari Santri, Sekaligus Sukuran Pasca Pilpres Damai

Tabligh Akbar Hari Santri, Sekaligus Sukuran Pasca Pilpres Damai

LINGGA – Kapolres Lingga AKBP. Joko Adi Nugroho, SIK, hadiri Dzikir dan Tabligh Akbar dalam rangka puncak peringatan hari santri nasional dan milad ke 7 pondok pesantren tahfidz baitul Qur’an, sekaligus sebagai bentuk Tasyakur atas terselenggaranya Pemilu 2019 yang aman, damai di wilayah hukum Polres Lingga.

Kegiatan ini dilaksanakan di halaman Gedung Nasional Dabo Singkep, Selasa (22/10), malam.

Dalam sambutannya Kapolres Lingga, dihadapan ratusan undangan, mengucapkan selamat memperingati hari Santri Nasional 22 Oktober 2019 dan Milad ke 7 pondok pesantren tahfidz baitul Quran.

Selanjutnya, bahwa ketentraman dan keamanan d ki Kabupaten Lingga dengan mudah di dapatkan dan dinl nikmati bersama, karena masyarakat Lingga mengaplikasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari hari.

Salah satunya ialah rangkaian kegiatan pemilu selama 397 hari, yang ditutup dengan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024 pada tanggal 20 Oktober kemarin.

“Alhamdulilah di Lingga tidak ada hal-hal yang menjadi hambatan, tidak adanya permasalahan, tidak ada hoax seperti di wilayah lain. Tentunya, wajar jika TNI dan POLRI nyaman berada di Kabupaten Lingga, dikarenakan seluruh masyarakat Lingga berpegang pada Al-Qur’an dan menerapkannya, sehingga menjadi teladan bagi wilayah lain di NKRI,” tutur Kapolres.

Diharapkan, untuk Santri-santri muda harapan bangsa, harus dapat meneruskan amanah menjaga negeri dari segala gangguan yang ada, baik dari dalam maupun dari luar. teruslah berjuang, belajar menimba ilmu, jadi benteng untuk Kabupaten Lingga,” tegasnya.

Diakhir sambutan, Kapolres Lingga mengajak untuk saling menjaga kebersamaan dan persatuan demi Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Kabupaten Lingga yang Baldathun *Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur*.

Disamping itu, Syaikh Ahmad Al Misry, selaku pemberi tausiyah mengatakan untuk tidak saling menghujat yang dapat mengakibatkan perpecahan di Indonesia.

“Tidak boleh lagi kaum muslim terkotak-kotak, berbeda bahkan saling menghujat yang mengakibatkan perpecahan di Negara Kesatuan Republik Indonesia”, ucap Syaikh Ahmad Al Misry.

Ditambahkan, bahwa pedoman teguh bagi kaum muslimin adalah Al-Qur’an, dan Hadist, jika belajar Islam yang sebenarnya, maka belajarlah dari Al-Qur’an dan Hadist.

Turut hadir dalam kegiatan ini  Pasminlog Lanal Dabo Singkep KAPTEN Laut (T) Edi Kusnaedi, Kasubagbin Kejari Lingga Agis Sahputra, S.H., Danramil Dabo Singkep KAPTEN ARM Ismarli Koto, Wakil Ketua II DPRD Lingga Salmizi, S.T., Pengasuh Ponpes Tahfidz Baitul Qur’an Drs. Abu Hasyim.

Direktur Ponpes Tahfidz Baitul Qur’an KH. Muhammad Nizar, M.A., Pejabat Utama Polres Lingga, Plt. Camat Singkep Agustiar, Ketua FKUB Kab. Lingga H. M. Ridwan Mahadun, Personel Polres Lingga, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat, Masyarakat Kabupaten Lingga sebanyak kurang lebih 1000 orang.

Laporan by: Humas/Ijal
Editor by: Mmd

Comments

comments

Check Also

Bersama Awe, Mentri Kelautan Janji Akan Kunjungi Lingga

LINGGA – Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo berjanji akan memenuhi undangan Bupati Lingga, Kepulauan …

-->