Home / Hot News / Mahasiswi KKN USU sosialisasikan Pembuatan Budikdamber Di Desa Pematang Ganjng

Mahasiswi KKN USU sosialisasikan Pembuatan Budikdamber Di Desa Pematang Ganjng

SERGAI -(GOPesisir.com)- Melihat kegiatan budaya perikanan warga Desa Pematang Ganjang belum maksimal, membuat Mahasiswa KKN USU Universitas Sumatera Utara Desa Pematang Ganjang, Kecamatan Sei Rampah Kabupaten Serdang Bedagai menawarkan solusi budidaya perikanan berupa Aquaponik Budikdamber, Jum’at (09/08/2019) Sore.

Penggagas Budidaya Perikanan Muhammad Zubeir Rangkuti mengatakan Budikdamber adalah budidaya ikan dan sayuran dalam satu ember yang ekonomis dan ramah lingkungan. “Budidaya ikan ini sangat mudah, biayanya murah juga bisa menumbuhkan usaha sampingan warga dalam budaya sayur dan ikan,” katanya.

Baca juga: Waduh!! Jalan Rusak Parah, Warga Sangat Di Rugikan

Mahasiswa Program Studi Menajemen Sumberdaya Perairan ini menjelaskan bahan yang dibutuhkan dalam budidaya berupa lahan kosong atau di pekarangan rumah, ember 80 liter, gelas plastik, kawat, arang, bibit ikan lele, dan sayuran kangkung.

Pemilihan ikan lele karena mudah berkembang biak, juga pemberian makan mudah, serta tanaman yang dipakai kangkung karena sayuran ini cepat tumbuh,” ujarnya.

Tahap selanjutnya yang dilakukan pengendapan air, air diendapkan dalam ember selama satu hari. Kemudikan membuat media tanam sayuran berupa gelas plastik (sebagai pot) yang dilubangi kawat sebagai tempat untuk digantungkan ke bagian ember.

Salanjutnya, arang dibersihkan sebagai pengganti tanah dan dimasukkan ke dalam pot plasitk. Terakhir tanaman kangkung dimasukkan ke dalam pot. “Yang harus diperhatikan saat meletakkan pot harus sebagai terendam air. Ember air yang sudah diendapkan, sehari kemudian dimasukkan ikan lele,” katanya.

Baca juga: Sikap Prifesional Awe, Di Acara Koordinasi Kesbangpol Ia Minta Maaf Atas Kesalahan Anggotanya

Ia juga menambahkan, sifat budidaya perikanan ini semi intensif. “Ikan lele tidak perlu diberi makan setiap hari. Namun jika ingin hasil produksi maksimal, diusahakan pemberiaan pakan menimal 2 hari sekali, serta air diganti 1 bulan sekali,” jelasnya.

Terakhir, untuk ikan, tak semua bisa dibudidayakan, hanya da beberapa ikan, seperti ikan, ikan nila, gurami, patin, dan Papuyu (betik) dan untuk tumbuhan, hanya beberapa tumbuhan yang bisa di budidayakan seperti, kangkung, cabai, tomat, sawi, dan padi, tutupnya.

**Ardjunkiss

Comments

comments

Check Also

Tidak Dapat Tempat, Warga Memilih Berteduh Dibawah Pohon

ROKANHILIR – Tumpah ruah masyarakat yang ingin menyaksikan pelantikan anggota Dewan terpilih priode 2019-2021 di …

-->