Home / Sosial & Lingkungan / Lihat Foto Siswanya UN di Lapas, Guru SMA Swasta di Mandau Teteskan Air Mata
SP salah satu murid SMA Swasta di Mandau yang mengikuti UN diLapas Bengkalis.

Lihat Foto Siswanya UN di Lapas, Guru SMA Swasta di Mandau Teteskan Air Mata

DURI – Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA sederajat di Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau berjalan lancar dan aman. Hampir 99 persen anak-anak mengikuti UN di diruang kelas bersama teman-temannya, dan hanya satu anak yang mengikuti UN di Lapas Bengkalis hingga hari kedua ini.

Saat GoRiau.com mendatangi sekolah anak tersebut Selasa (5/4/2016)di Duri, Kecamatan Mandau dan melihatkan foto anak didiknya yang tengah mengikuti UN di Lapas Bengkalis, Kepala SMA Swasta yang enggan namanya disebutkan ini merasa terharu.

“Iya, ini anak didik kami yang tengah mengikuti UN dilapas. Dia anak pintar, tidak nakal dan mudah bergaul. Kita sayangkan, kerena kecerobohannya membeli barang yang ternyata hasil curian, SP harus menjalani proses hukum,” kata Kepala SMA Swasta ini sembari membawa foto anak didiknya itu dan memperlihatkannya kepada guru yang lain.

“Lihatlah ini buk, anak kita bisa mengikuti UN meski berada didalam lapas,” katanya lagi dengan perasaan haru hingga meneteskan air mata dan terus mencari guru lainnya untuk melihatkan foto SP sedang ujian yang dimuat oleh GoRiau.com .

Dikatakan Kepala SMA Swasta ini, tidak ada guru berkeinginan anak didiknya menjadi orang yang gagal. Seperti misalnya saat pelaksanaan Ujian Nasional (UN) ini, pihak sekolah khususnya guru akan melakukan segala upaya untuk anak didiknya yang sempat salah arah menjelang pelaksanaan UN.

“Kami pihak sekolah tidak inginkan ada salah seorang anak didik kami yang tidak mau mengikuti UN. Ada yang sempat mau pindah sekolah, tetapi kepada orang tua kita berikan pengertian. Alhamdulillah, anaknya bisa menunggu untuk menyelesaikan sekolahnya disini,” kata Kepala Sekolah itu.

Mengenai SP, Kepala Sekolah melihat SP bukanlah anak-anak nakal yang kurang diberikan pendidikan hingga bisa tersangkut masalah hukum. Oleh sebab itu, ini dapat menjadi pembelajaran oleh siswa lainnya agar tidak mudah percaya dengan orang yang memberikan penawaran murah terhadap suatu barang yang sebenarnya barang tersebut harganya mahal.

“Jangan tergoda dengan barang-barang mahal yang dijual murah. Kami tidak ingin anak-anak menjadi korban atas kejahatan yang diperbuat oleh orang lain. Disekolah SP dikenal sangat baik dengan teman-temannya, tidak pernah membuat masalah baik dengan teman maupun guru,” tutupnya. ***

goriau.com

Comments

comments

Check Also

Pemkab Pelalawan Larang Gunakan Kendaraan Dinas Untuk Kepentingan Pilkada

PELALAWAN, Mediacenter – Pemerintah Kabupaten Pelalawan mengeluarkan surat larangan penggunaan kendaraan dinas dan jabatan/operasional untuk …

-->